pasca@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Dari Pulau Buru ke Panggung Yudisium: Cerita Inspiratif Peraih Yudisium Terbaik Program Magister

Home >Berita >Dari Pulau Buru ke Panggung Yudisium: Cerita Inspiratif Peraih Yudisium Terbaik Program Magister
Diposting : Jumat, 15 Aug 2025, 17:36:35 | Dilihat : 1324 kali
Dari Pulau Buru ke Panggung Yudisium: Cerita Inspiratif Peraih Yudisium Terbaik Program Magister


Jember - Di balik senyum teduh dan sikap rendah hati Muhammad Ressi, tersimpan kisah perjuangan akademik yang luar biasa. Dituturkan kepada tim Media Center Pascasarjana UIN KHAS, Ressi lahir dan tumbuh di Waegeren, sebuah daerah di Pulau Buru, Maluku, 29 April 1996 lalu.

Dengan tekad yang kokoh, ia menyeberangi ribuan kilometer dari tanah kelahiran menuju Jember, menapaki jenjang Magister Pendidikan Agama Islam di Pascasarjana UIN KHAS. Di perantauan, ia bukan hanya belajar ilmu akademik, tetapi juga menempa diri dalam kesabaran, kemandirian, dan daya juang. Baginya, meninggalkan kampung halaman bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan menggapai cita-cita demi kembali membawa manfaat bagi masyarakat dan tanah kelahirannya.

Kegigihannya berbuah manis. Pada Yudisium XLVI Kamis (14/08) kemarin, ia berhasil meraih predikat yudisium terbaik dengan IPK 3,96. Prestasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi buah dari tekad, disiplin, dan doa yang senantiasa ia jaga. “Dalam menuntut ilmu, tujuan saya bukan hanya gelar. Saya ingin membangun kapasitas diri agar bisa bermanfaat bagi orang lain dan masyarakat terutama di daerah asal saya,” ungkapnya.

Motivasi terbesarnya lahir dari prinsip bahwa ilmu adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dukungan penuh dari keluarga menjadi bahan bakar semangatnya, sementara bimbingan para dosen Pascasarjana mengarahkan langkahnya hingga sukses menyelesaikan tesis hanya dalam lima bulan. Pencapaian ini bukan hal yang ia anggap pribadi, melainkan titipan yang kelak harus ia kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi nyata.

Selama menempuh studi, Ressi tidak hanya mengoleksi nilai akademik yang memuaskan, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk pola pikirnya. Diskusi ilmiah, penelitian lintas bidang, dan interaksi dengan berbagai kalangan membuatnya berpikir lebih kritis, sistematis, dan solutif. “Para dosen di Pascasarjana UIN KHAS menanamkan nilai kepemimpinan yang berlandaskan etika, empati, dan tanggung jawab sosial. Itulah yang menjadi fondasi visi saya ke depan,” ujarnya.

Bagi Ressi, kepemimpinan bukan sekadar memimpin, melainkan melayani. Ia memandang peran seorang pemimpin di bidang pendidikan harus hadir dengan kesadaran untuk memajukan umat, bukan hanya mengejar pencapaian pribadi.

“Visi inilah yang saya bawa sejak awal kuliah hingga purna studi bahwa setiap langkah yang diambil harus memberi dampak positif bagi orang lain,” pungkasnya.


Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian ini. “Keberhasilan Muhammad Ressi sebagai anak pulau yang menempuh pendidikan jauh dari tanah kelahiran adalah bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas geografis. Ia membuktikan bahwa jarak dan tantangan justru menjadi pemantik tekad untuk berprestasi. Pascasarjana UIN KHAS Jember bangga dapat menjadi bagian dari perjalanannya, dan kami berharap ia akan kembali membawa cahaya ilmu untuk menerangi masyarakat di tanah kelahirannya,” ungkapnya.

 

Penulis: Laili Salimah

Editor: Wildan Khisbullah Suhma

Berita Terbaru

Menembus Mitos Inspirasi: Dr. Asep Maulana Tegaskan Ide Lahir dari Dialog, Bukan Penantian
01 Mar 2026By oprpasca
Surat Tugas Diserahkan, Sekretaris Prodi Pascasarjana UIN KHAS Siap Sinergi dan Kawal Tata Kelola Akademik
26 Feb 2026By oprpasca
Akademisi Bicara Eps. 1: Transformasi Digital Pendidikan, Indonesia Emas atau Cemas?
26 Feb 2026By oprpasca

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;