Forum Group Discussion UIN KHAS–UM: Berbagi Strategi Inovasi untuk Pengembangan Lembaga
Malang - Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Universitas Negeri Malang (UM) dengan fokus pada tema pengembangan kelembagaan. Selain dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola Pascasarjana, kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (26/9) di kampus UM ini juga dihadiri oleh Kepala Biro AUPK, Kabag Administrasi Umum, Katim Umum dan Kepegawaian, Kabag Umum dan Administrasi, SPI, serta Katim Humas UIN KHAS Jember.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperdalam wawasan terkait pengembangan kelembagaan.
"Kami ingin berdiskusi santai mengenai pengembangan Pascasarjana dan kelembagaan secara umum, sehingga UIN KHAS dapat terus bertumbuh,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., Kepala Biro AUPK, mewakili Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menekankan pentingnya memperoleh referensi dan inspirasi dari UM.
“Kami butuh referensi yang bisa kami adopsi untuk pengembangan Pascasarjana ke depan. Bagi kami, Pascasarjana adalah mercusuar kampus. Jika Pascasarjana kuat dan berkembang, maka UIN KHAS akan terangkat secara keseluruhan,” tegasnya.
Sementara itu, materi utama tentang peningkatan mutu kelembagaan disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Munjib Nasih, S.Pd., M.Ag., Wakil Rektor III UM. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jejaring lintas kementerian dan lembaga pendidikan.
"Sekalipun kita berada di bawah kementerian yang berbeda, kita mengemban tugas yang sama: mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, UM selalu membuka diri untuk bersinergi dengan berbagai lembaga,” jelasnya.
Diskusi semakin kaya dengan tambahan paparan dari Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T., Direktur Inovasi UM, yang memaparkan berbagai strategi inovasi, riset, dan pengabdian masyarakat yang sedang dikembangkan UM. Beliau mencontohkan program 'Talent Finder' berbasis aplikasi psikologi untuk mengukur potensi mahasiswa, inovasi penyulingan air hujan menjadi air mineral, hingga pengembangan produk melalui inkubator bisnis (Inkubis).
Lebih jauh, Prof. Nandang juga menekankan pentingnya roadmap pengembangan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di lingkungan kampus.
“Sebelum implementasi, harus ada riset dan roadmap yang jelas. Setelah itu perlu ekosistem pendukung, termasuk sentra HKI agar setiap produk dilindungi hak cipta, paten, maupun mereknya. Inovasi harus mendapat insentif, dukungan hibah, dan penguatan ekosistem kewirausahaan agar berkelanjutan,” paparnya.
FGD ini berjalan dalam suasana akrab namun produktif, menghasilkan berbagai gagasan baru bagi penguatan Pascasarjana UIN KHAS Jember. Sinergi dengan UM diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong kualitas kelembagaan, inovasi, dan daya saing Pascasarjana di masa depan.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma



