Pascasarjana UIN KHAS Jember Susun Kurikulum Baru, Prof Hisyam Zaini: Harus Lebih Relevan, Progresif, dan Terintegrasi AI
Jember – Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Rapat Penyusunan Kurikulum pada Rabu, 17 September 2025, bertempat di Ruang Rapat Akreditasi Pascasarjana. Kegiatan pembukaan ini menghadirkan Prof. Dr. Hisyam Zaini, M.A., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta melibatkan para ketua program studi dan Kapus Kurikulum Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN KHAS Jember. Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kurikulum pascasarjana agar lebih responsif terhadap kebutuhan akademik dan perkembangan global.
Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang telah lama dicita-citakan. “Bersama Kepala LPM yang diwakili oleh Kapus Kurikulum, kita akan berdiskusi dan menyamakan persepsi dari apa yang disampaikan oleh Prof. Hisyam. Harapannya, sebelum tanggal 19 Oktober 2025 kurikulum sudah rampung dan dapat langsung digunakan pada semester berikutnya,” ujarnya.
Dengan analogi yang menarik, beliau menggambarkan kurikulum sebagai sebuah sungai yang mengalir deras. “Di sungai itu tentu ada kotoran yang mengganggu kejernihan. Tugas kita adalah membersihkannya agar aliran air jernih dapat kita manfaatkan secara maksimal,” tambahnya.
Rapat ini juga menekankan peran penting para kaprodi yang diharapkan dapat menyusun kurikulum secara maksimal. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi Pascasarjana UIN KHAS Jember, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi mitra yang menjalin kerja sama.
Dalam pemaparannya, Prof. Hisyam Zaini menekankan bahwa mahasiswa S3 perlu didorong untuk aktif dalam forum-forum internasional. Selain itu, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) juga perlu diperluas dengan kemampuan menemukan teori baru, publikasi internasional, kepemimpinan riset, serta kontribusi pada pemikiran pendidikan Islam global.
Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam kurikulum. Ia menegaskan bahwa Pascasarjana UIN KHAS Jember tidak bisa menafikan kehadiran AI, melainkan harus memanfaatkannya secara optimal. Menurutnya, AI dapat membuka peluang baru dalam riset, pembelajaran, dan inovasi, sekaligus menyiapkan lulusan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan era digital.
“Silahkan bicarakan di internal prodi bagaimana teknisnya. Bisa juga menghadirkan dosen pakar untuk kuliah umum, agar pemanfaatan AI tidak sekadar wacana tetapi benar-benar terintegrasi dalam kurikulum,” pungkasnya.
Selanjutnya, teknis penyusunan kurikulum oleh masing-masing Kaprodi akan dipimpin oleh Dr. Ishaq, M.Ag sebagai Ketua Tim dan Dr. Moh. Sutomo, M.Pd., sebagai sekretaris serta didampingi oleh Tim Gugus Mutu Pascasarjana UIN KHAS Jember. Hasil penyusunan kurikulum selama satu bulan ke depan (17 September - 19 Oktober) akan dilanjutkan dengan Klinik Kurikulum yang diagendakan untuk dilaksanakan 23 Oktober mendatang.
Melalui rapat ini, Pascasarjana UIN KHAS Jember berkomitmen menata kurikulum yang lebih relevan, progresif, dan berdaya saing global, sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta berkontribusi pada kemajuan peradaban Islam dan pendidikan dunia.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma



