Pascasarjana UIN KHAS ‘Panen Raya’ Doktor dan Magister, Prof. Mashudi: Kuasai Ilmu Secara Mendalam
Jember - Prosesi Yudisium ke-46 Program Pascasarjana UIN KHAS Jember tahun akademik 2025/2026 berlangsung khidmat pada Kamis (14/8/2025) di Phoenix Ballroom, Luminor Hotel Jember. Sebanyak 181 mahasiswa dinyatakan lulus dalam acara tersebut, terdiri dari 37 lulusan program doktor (S3) dan 144 program magister (S2). Laporan akademik kampus menyebutkan lulusan S3 berjumlah 37 orang (28 pria dan 9 wanita), sedangkan lulusan S2 tercatat 144 orang (76 pria dan 68 wanita).
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., menyebut gelaran yudisium kali ini sebagai ‘panen raya’ lulusan. Menurutnya, jumlah lulusan yudisium ke-46 ini adalah yang terbanyak di Yudisium ke-46. “Pascasarjana UIN KHAS Jember mencatat rekor panen lulusan terbanyak pada Yudisium ke-46, sekaligus mencatatkan jumlah mahasiswa baru yang telah menembus angka 250 orang,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan keberhasilan lembaga dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan S2 maupun S3.
IPK rata-rata lulusan kali ini mencapai 3,83, sebuah capaian yang sangat membanggakan. Rentang nilai tertinggi 3,97 dan terendah 3,32 juga menandakan lulusan kali ini memiliki prestasi akademik yang baik. Ia bahkan menyebut bahwa lulusan pascasarjana tersebut dianggapnya paling lengkap, karena berasal tidak hanya dari Jawa Timur, tapi juga dari Bali, Bima, Maluku, Lampung dan daerah lain di luar Jawa.
Bukan hanya dari segi kelulusan, Pascasarjana UIN KHAS Jember juga mencatat kenaikan minat studi. Tahun ini jumlah mahasiswa baru pascasarjana sudah menembus lebih dari 250 orang. Prof. Mashudi berharap para lulusan kelak menjadi pribadi yang kritis, analitis, dan inovatif.
“Kami ingin para alumni tidak berhenti belajar setelah meraih gelar, tetapi terus mengasah kemampuan berpikir dan menghasilkan terobosan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di samping itu, ia juga mengajak para lulusan magister untuk mendorong junior mereka melanjutkan studi ke jenjang S2, sementara lulusan doktor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi calon akademisi selanjutnya.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma



