Tak Cuma Estetik, 1.040 Pohon Dari Dinas Kehutanan Pemprov Jatim Juga Punya Fungsi Ekologis. Ada Apa Saja?
JEMBER – Komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan ditunjukkan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui penyerahan dan penanaman 1.040 pohon dalam rangkaian Rembuk Nasional “Revitalisasi Ekoteologi: Harmoni Alam dan Manusia Menuju Indonesia Emas” yang digelar Ikatan Alumni (IKA) Pascasarjana UIN KHAS Jember, Rabu (11/2/2026).
Sebanyak 1.040 bibit pohon tersebut terdiri dari 500 pohon tabebuya, 200 pohon nangka, 200 pohon trembesi, 100 pohon alpukat, 20 pohon pule, 10 pohon mangga, dan 10 pohon ketapang. Penanaman dilakukan di lingkungan kampus sebagai simbol komitmen bersama dalam merawat bumi sekaligus implementasi nyata nilai-nilai ekoteologi yang diusung dalam forum nasional tersebut.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember, Sumantri Radiansyah, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat gerakan penghijauan dan rehabilitasi lingkungan, khususnya melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis. Melalui penanaman pohon ini, kami berharap kampus menjadi ruang edukasi sekaligus teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., mengapresiasi dukungan Dinas Kehutanan Pemprov Jawa Timur sebagai langkah konkret yang memperkuat spirit ekoteologi dalam praksis nyata. Menurutnya, gerakan menanam pohon merupakan bentuk ibadah ekologis yang selaras dengan visi Pascasarjana dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Ekoteologi tidak boleh berhenti pada wacana. Ia harus hadir dalam tindakan nyata. Penanaman 1.000 pohon ini menjadi simbol bahwa kampus adalah ruang peradaban yang bertanggung jawab menjaga harmoni antara ilmu, iman, dan lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberagaman jenis pohon yang ditanam menunjukkan perhatian tidak hanya pada aspek estetika, tetapi juga pada fungsi ekologis, keteduhan, dan nilai produktif yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Tabebuya dan ketapang akan memperindah serta memperkuat daya serap polusi di kawasan kampus, trembesi dikenal sebagai pohon peneduh dengan kemampuan serap karbon yang tinggi, sementara nangka, alpukat, dan mangga memiliki nilai produktif. Pohon pule juga berperan sebagai tanaman pelindung yang adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Gerakan penanaman pohon ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian alam membutuhkan aksi konkret dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Dinas Kehutanan Pemprov Jatim dan sivitas akademika UIN KHAS Jember diharapkan menjadi model gerakan hijau yang berkelanjutan.
Dengan sumbangan 1.000 pohon ini, semangat revitalisasi ekoteologi tidak hanya berhenti pada diskursus akademik, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata demi terciptanya harmoni antara manusia dan alam menuju Indonesia Emas.
Penulis: Laili Salimah



