Tak Terduga, Agus Supriadi Raih Bonus Indah di Balik Segudang Amanah
Jember - Lahir di Probolinggo, 4 Agustus 1988, Dr. Agus Supriyadi, M.Pd adalah sosok yang membuktikan bahwa kesungguhan dan manajemen waktu yang baik mampu mengantarkan seseorang pada puncak prestasi akademik. Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN KHAS Jember ini berhasil meraih predikat yudisium terbaik dengan IPK 3,97. Pencapaian tersebut ia raih di tengah kesibukan memimpin berbagai lembaga, mulai dari Ketua LBM MWC NU, Kepala Madrasah di tingkat pendidikan menengah, hingga Ketua LPM dan LP2M di Ma’had Aly dan STAI Nurul Qadim.
Motivasi Agus untuk melanjutkan studi doktoral lahir dari tuntutan keadaan. “Saat ini saya memegang banyak amanah, dan saya merasa perlu terus meningkatkan kapasitas diri. Apalagi saya mendapatkan beasiswa LPPD Pemprov Jawa Timur, yang menjadi amanah besar untuk saya jaga,” tuturnya kepada tim Media Center Pascasarjana UIN KHAS. Menurutnya, predikat yudisium terbaik adalah bonus yang tak pernah ia duga. Namun, ia percaya kuncinya terletak pada motto hidupnya: menjadi profesional di setiap kesempatan yang diberikan.
Salah satu pengalaman berharga yang membekas dalam perjalanan akademiknya adalah saat mengikuti seminar internasional di Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Untuk pertama kalinya, Agus melangkahkan kaki ke luar negeri dan menjadi pemateri yang bertukar ide serta gagasan dengan mahasiswa doktor dari kampus tersebut. “Itu pengalaman yang membuka wawasan dan memperluas jaringan akademik saya,” ujarnya.
Agus mengakui bahwa pola pikir dan visi kepemimpinannya dibentuk oleh dunia pendidikan yang telah lama ia tekuni. Di rumah, ia tinggal bersama mertua yang memiliki yayasan pendidikan. Sementara di pesantren, ia mengemban amanah sebagai penjamin mutu pendidikan. Kehidupan yang senantiasa bersinggungan dengan pendidikan membuatnya memiliki pandangan yang luas sekaligus rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap kemajuan generasi penerus.
Meski memiliki jadwal padat dan tanggung jawab besar, Agus tetap menempatkan studi sebagai prioritas. Baginya, beasiswa yang diperoleh bukan hanya penghargaan, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan. “Banyak yang menginginkan kesempatan ini. Karena itu, saya bertekad tidak akan setengah-setengah dalam menjalaninya,” tegasnya.
Ditemui terpisah, direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas capaian ini. “Dr. Agus Supriyadi adalah contoh nyata bahwa kesibukan bukan alasan untuk menunda prestasi. Beliau mampu membagi waktu dengan baik, tetap fokus pada studi, dan menunjukkan dedikasi luar biasa. Kami bangga memiliki lulusan seperti beliau, yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi besar di masyarakat,” ungkapnya.
Kisah Dr. Agus Supriyadi, M.Pd menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan dedikasi, disiplin, dan komitmen yang kuat, seseorang dapat meraih puncak akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Di matanya, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma



