UIN KHAS Jember Matangkan Akselerasi Karier Dosen, Targetkan 15 Guru Besar pada 2026
JEMBER - Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu kelembagaan melalui pengembangan karier dosen. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan melalui Peningkatan Karier Dosen yang digelar di Ruang Sidang Terbuka Pascasarjana, Selasa (20/1/2026).
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pascasarjana memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan dan akselerasi bagi dosen-dosen potensial menuju jabatan akademik tertinggi. Ia menyampaikan kebanggaannya karena Pascasarjana UIN KHAS Jember saat ini menjadi ruang tumbuh bagi calon-calon guru besar dari berbagai disiplin keilmuan.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, menekankan bahwa dalam konteks pengembangan sumber daya manusia kepegawaian, akselerasi jabatan akademik—baik menuju Lektor Kepala maupun Guru Besar—merupakan kebutuhan bersama. Menurutnya, program akselerasi bukanlah upaya menurunkan kualitas atau bobot akademik, melainkan penguatan mekanisme agar proses pengusulan berjalan lebih efektif, terarah, dan tetap sesuai regulasi nasional yang berlaku di lingkungan PTKIN.
“Semua PTKIN memiliki semangat yang sama dalam akselerasi karier dosen. Tantangannya bukan pada substansi kualitas, tetapi pada pemahaman mekanisme dan regulasi yang terus berkembang,” ujar Rektor. Ia juga menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember telah memetakan dan mengidentifikasi calon-calon Guru Besar melalui koordinasi dengan Wakil Rektor I, dengan target realistis 10–15 Guru Besar pada tahun 2026, dan proyeksi jangka menengah mencapai 25–30 Guru Besar.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Abd. Mujib, M.Ag., M.Si., Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2008, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Mujib menjelaskan secara komprehensif dinamika terbaru regulasi pengusulan jabatan akademik, khususnya Lektor Kepala dan Guru Besar. Ia menekankan pentingnya membaca regulasi tidak hanya secara tekstual, tetapi juga secara kontekstual, agar dosen mampu menyesuaikan strategi akademiknya dengan kebijakan yang berlaku.
Prof. Mujib menguraikan sejumlah poin krusial, antara lain pemetaan rekam jejak akademik dosen sejak dini, konsistensi bidang keilmuan, serta pentingnya kesinambungan antara pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah. Ia juga menyoroti tantangan utama dalam proses pengusulan, terutama pada aspek publikasi jurnal bereputasi dan pemenuhan syarat khusus yang sering kali menjadi hambatan. Menurutnya, persoalan jurnal tidak semata pada kuantitas, tetapi pada kesesuaian scope, kualitas metodologi, dan kontribusi keilmuan yang jelas.
Selain itu, Prof. Mujib menekankan perlunya pendampingan institusional yang sistematis, mulai dari klinik penulisan artikel ilmiah, penguatan budaya riset, hingga manajemen waktu dan etos akademik dosen. Ia menilai bahwa akselerasi karier dosen akan berjalan optimal apabila didukung oleh ekosistem akademik yang kondusif dan kepemimpinan yang visioner.
Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember menegaskan keseriusannya dalam mematangkan akselerasi karier dosen sebagai bagian integral dari peningkatan mutu kelembagaan. Dengan perencanaan yang terukur, pemahaman regulasi yang tepat, dan pendampingan berkelanjutan, target pencapaian Guru Besar pada tahun 2026 diharapkan dapat terwujud secara berkualitas dan berkelanjutan.
Penulis: Laili Salimah



