pasca@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Jelang IGIC 2026, Wadir Pascasarjana UIN KHAS Jember Pimpin Diskusi Seminar Nasional di Masjid Al Akbar Surabaya

Home >Berita >Jelang IGIC 2026, Wadir Pascasarjana UIN KHAS Jember Pimpin Diskusi Seminar Nasional di Masjid Al Akbar Surabaya
Diposting : Senin, 03 Aug 2026, 14:42:21 | Dilihat : 123 kali
Jelang IGIC 2026, Wadir Pascasarjana UIN KHAS Jember Pimpin Diskusi Seminar Nasional di Masjid Al Akbar Surabaya


Surabaya – Dalam rangka menyongsong International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang mengusung tema "Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace" dan akan diselenggarakan pada September 2026, Kementerian Agama RI bersama Masjid Istiqlal dan Pimpinan Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PPIPIM) menggelar kegiatan bertajuk Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 02 Agustus 2026, pukul 12.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, dan diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari para imam masjid, takmir, civitas akademika, pelajar, mahasiswa, serta unsur pemerintahan dari berbagai daerah.

Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember turut berkontribusi dalam suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, yang ditandai dengan dipercayanya Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. H. Saihan, M.Pd.I., sebagai moderator dalam seminar nasional tersebut. Keterlibatan ini menjadi bagian dari peran aktif Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam mendukung upaya penguatan wawasan keagamaan moderat, penguatan fungsi masjid, serta pencegahan paham radikalisme di lingkungan masyarakat, sekaligus menegaskan kontribusi lembaga dalam forum-forum strategis berskala nasional menjelang IGIC 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., Wakil Rektor II Dr. H. Ainur Rafik, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. Drs. H. Ubaidillah, M.Ag., Kaprodi S2 Pendidikan Bahasa Arab, Dr. H. Syamsul Anam, M.Pd., serta Kaprodi S3 Ekonomi Syariah, Dr. H. Abdul Rokhim, S.Ag., M.EI. Kehadiran jajaran pimpinan dan pengelola program studi ini menunjukkan dukungan penuh UIN KHAS Jember terhadap agenda strategis penguatan fungsi masjid dan diplomasi keagamaan menjelang pelaksanaan IGIC 2026.

Antusiasme yang tinggi tampak dari jumlah peserta yang memadati Masjid Al Akbar Surabaya sejak awal kegiatan. Selain diikuti oleh ratusan imam masjid dan pengurus takmir dari berbagai wilayah, seminar ini juga menarik perhatian kalangan civitas akademika, pelajar, dan mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional di bidang keagamaan, pendidikan tinggi Islam, dan pencegahan radikalisme. Kehadiran generasi muda dan kalangan akademik ini mencerminkan meluasnya perhatian publik terhadap isu penguatan fungsi masjid dan diplomasi keagamaan menjelang pelaksanaan IGIC 2026.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan pentingnya peran masjid dalam mengendalikan penyebaran paham terorisme di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa proses pemilihan imam dan pengurus takmir memiliki pengaruh besar terhadap arah pemahaman keagamaan yang berkembang di kalangan jamaah, sehingga seleksi terhadap keduanya harus dilakukan secara cermat dan tidak boleh diabaikan.

Sementara itu, Direktur Jaminan Produk Halal yang mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa banyak perguruan tinggi terkemuka di dunia Islam yang justru berakar dari lingkungan masjid-masjid besar. Ia menjelaskan tiga fungsi utama masjid, yaitu riayah, idarah, dan imarah, sembari mendorong agar masjid dapat berperan lebih luas sebagai amil zakat, penggerak ekonomi umat, sekaligus penggerak perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masjid perlu tampil dengan wajah yang ramah dan terbuka agar manfaatnya dapat dirasakan oleh umat secara menyeluruh.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan kembali masjid sebagai ruang yang inklusif bagi semua kalangan. Ia mengenang bahwa pada masa lampau, masjid menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Ia berharap masjid dapat kembali ramah terhadap anak-anak dan remaja, bahkan menyampaikan secara khas bahwa seseorang yang ingin menjadi profesor semestinya pernah merasakan tidur di masjid sebagai simbol kedekatan dan pengabdian terhadap rumah ibadah. Ia mengajak seluruh peserta, termasuk kalangan mahasiswa dan pelajar yang hadir, untuk mengembalikan peran dan fungsi masjid serta membangkitkan kembali semangat memakmurkannya.

Rektor UIN Kediri turut menegaskan bahwa upaya memakmurkan masjid tidak dapat dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak dan komponen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat sipil.

Ketua IPIM dalam kesempatan tersebut menyampaikan tiga poin penting. Pertama, imam dan takmir masjid merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar paham radikalisme dan ekstremisme, sehingga para profesor dan dosen perlu turut serta secara aktif dalam upaya memakmurkan masjid. Kedua, diperlukan upaya untuk melahirkan imam dan takmir masjid yang kompeten, dengan harapan pemerintah bersama Kementerian Agama dapat mengambil peran besar dalam mewujudkan hal tersebut. Ketiga, IGIC diharapkan dapat mendorong terbentuknya sebuah organisasi besar yang menghimpun para imam masjid dan memiliki pengaruh yang luas.

Rangkaian seminar berlangsung dengan dinamis di bawah arahan moderator, Dr. H. Saihan, M.Pd.I., yang berhasil memandu jalannya diskusi antar-narasumber secara runtut dan interaktif, sehingga para peserta, baik dari kalangan imam, takmir, civitas akademika, maupun mahasiswa dan pelajar, dapat menyerap gagasan-gagasan strategis seputar penguatan fungsi masjid dan diplomasi keagamaan menjelang pelaksanaan IGIC 2026.

Kegiatan Bridging to IGIC 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan International Grand Imams Conference 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan, perguruan tinggi Islam, dan pemerintah dalam upaya memakmurkan masjid serta mewujudkan harmoni, diplomasi keagamaan, dan perdamaian global. Keterlibatan Pascasarjana UIN KHAS Jember, mulai dari Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, Direktur, Wakil Direktur, Dekan, hingga para Ketua Program Studi, dalam kegiatan ini turut memperkuat posisi lembaga sebagai bagian dari jejaring akademik yang aktif berkontribusi pada isu-isu keagamaan dan perdamaian di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Ainun Zamilah

;