Pascasarjana UIN KHAS Jember Berpartisipasi dalam IPRE 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Pendidikan Pascasarjana
Jakarta, 23 September 2026 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember turut berpartisipasi dalam Indonesia Postgraduate & Research Expo (IPRE) 2026 yang digelar pada 23–25 September 2026 di Balai Kartini, Jakarta.
Mengusung tema “Powering Indonesia 2045” dan semangat “Postgraduate & Research for National Impact: Strengthening Talent, Research Excellence, Innovation & Downstreaming”, IPRE 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, industri, pemerintah, serta mitra internasional untuk memperkuat ekosistem pendidikan pascasarjana dan riset di Indonesia. Expo ini diikuti oleh Perguruan tinggi negeri, swasta, dan internasional, serta lembaga riset.
Kegiatan Opening Ceremony & Higher Education Leaders Forum diawali dengan sambutan dari Dini Fallah, S.Mat., M.B.A., selaku Ketua Penyelenggara IPRE 2026, kemudian dilanjutkan oleh Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Ph.D., Rektor Universitas Andalas, Associate Prof. Dr. Suyanto, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA., Anggota Pengurus APTISI, serta Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta.
Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan bahwa IPRE 2026 diikuti oleh beragam institusi dari dalam dan luar negeri. Berdasarkan pemaparan dalam pembukaan, komposisi peserta mencakup perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi negeri, serta lembaga riset dan mitra internasional, termasuk peserta dari Malaysia. Forum ini juga membuka ruang kolaborasi dalam bentuk visiting professor, kerja sama riset, pengembangan program pascasarjana, serta kemitraan akademik internasional.
Memperkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset
Dalam forum tersebut, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya dalam memperkuat orientasi riset. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga perlu memperkuat kapasitas penelitian dan menghasilkan karya yang dapat memberikan dampak lebih luas.
Kolaborasi antarkampus menjadi semakin penting dalam konteks pengembangan sumber daya manusia dan persiapan pemimpin masa depan Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan agenda pendidikan tinggi yang mendorong dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral serta memperluas jejaring akademik melalui kerja sama nasional maupun internasional.
Sejumlah peluang kerja sama yang dibahas dalam forum mencakup visiting professor, joint research, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, serta pengembangan program pendidikan pascasarjana. Kolaborasi dengan institusi dari Malaysia juga menjadi salah satu contoh penguatan jejaring internasional yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
Forum juga mempertemukan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan magister dan doktoral. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi dan akademisi dari berbagai institusi menjadi peluang untuk memperluas komunikasi dan potensi kerja sama antarperguruan tinggi.
Riset sebagai Kekuatan Pendidikan Tinggi
Sementara itu, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, menyambut baik penyelenggaraan IPRE yang secara khusus memberikan ruang bagi pendidikan pascasarjana, riset, dan kolaborasi.
Menurutnya, keunggulan riset menjadi salah satu kekuatan penting perguruan tinggi, sementara inovasi dapat menjadi penggerak agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih nyata.
Konsep hilirisasi riset menjadi salah satu perhatian penting dalam forum. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh dunia industri maupun mendukung pembangunan.
Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), lembaga penelitian, industri, dan pemerintah menjadi penting untuk menciptakan ekosistem riset yang saling mendukung.
Dalam forum juga disampaikan berbagai contoh inisiatif kolaborasi, termasuk pengembangan konsorsium dalam bidang sains dan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, serta kerja sama joint research. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi ruang berbagi fasilitas atau pengetahuan, tetapi menghasilkan karya bersama yang memiliki dampak.
Pascasarjana UIN KHAS Jember Perluas Jejaring Akademik
Partisipasi Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam IPRE 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan institusi sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan pascasarjana dan riset.
Kehadiran berbagai institusi dalam IPRE 2026 juga memberikan peluang bagi Pascasarjana UIN KHAS Jember untuk mengeksplorasi potensi kerja sama pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, visiting professor, joint research, serta kolaborasi internasional.
Hal ini sejalan dengan semangat IPRE 2026 yang menempatkan pendidikan pascasarjana dan riset sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nasional. Penyelenggara menyebutkan bahwa kegiatan ini mempertemukan pendidikan pascasarjana, pengembangan talenta, riset, inovasi, industri, pemerintah, dan sumber pembiayaan dalam satu ekosistem.
Melalui keikutsertaan tersebut, Pascasarjana UIN KHAS Jember terus membuka ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi akademik yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penguatan kualitas pendidikan pascasarjana, peningkatan produktivitas riset, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian IPRE 2026 berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026 di Balai Kartini, Jakarta.
Penulis: A. Afif
Editor: Ainun Zamilah




