Tentukan Presisi Arah Kiblat Musala, Pascasarjana Gandeng Fakultas Syariah UIN KHAS Jember
JEMBER – Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus mempersiapkan pembangunan fasilitas ibadah di lingkungan Pascasarjana. Salah satu tahapan penting yang dilakukan adalah penentuan arah kiblat pada lokasi calon musala melalui kolaborasi dengan Tim Kompas Laboratorium Falak Fakultas Syariah UIN KHAS Jember pada hari Rabu, 7 Oktober 2026.
Pengukuran arah kiblat dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pembangunan agar posisi musala nantinya sesuai dengan arah kiblat yang tepat. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya keilmuan dan kepakaran yang dimiliki oleh unit-unit di lingkungan UIN KHAS Jember.
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi internal kampus dalam mendukung pengembangan fasilitas Pascasarjana.
“Dalam persiapan pembangunan musala, Pascasarjana bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember untuk menentukan arah kiblat. Kami berupaya mengoptimalkan potensi dan sumber daya keilmuan yang ada di kampus,” ungkapnya.
Menggunakan Instrumen Pengukuran Presisi
Pengukuran di lapangan dipimpin oleh Siti Muslifah, S.H.I., M.H.I., selaku Pembina Tim Kompas sekaligus Koordinator Laboratorium Falak Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, yang akrab dipanggil bu Mus. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Fakultas Syariah sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan akademik dan praktik keilmuan di bidang falak.
Untuk memperoleh hasil pengukuran yang presisi, tim menggunakan sejumlah instrumen, di antaranya teodolit, GPS, dan waterpass. Proses pengukuran diawali dengan menentukan posisi utara sejati (true north) berdasarkan posisi matahari. Titik tersebut kemudian digunakan sebagai referensi dalam menentukan arah kiblat pada lokasi calon musala.
Dari hasil pengukuran, azimuth kiblat (arah atau garis yang menunjuk ke kiblat (Ka'bah)) calon musala Pascasarjana ditetapkan pada 294° 1' 11.7". Seluruh proses pengukuran berlangsung kurang lebih selama 30 menit.
Bu Mus menjelaskan, proses pengukuran dapat dilakukan secara efektif karena lokasi yang akan dibangun masih berupa lahan terbuka. Kondisi tersebut memberikan keleluasaan bagi tim dalam menentukan titik pengukuran dan arah saf tanpa harus menyesuaikan dengan struktur bangunan yang telah berdiri.
Ia juga menekankan pentingnya pengukuran menggunakan instrumen yang sesuai, khususnya untuk pembangunan tempat ibadah permanen. Penggunaan kompas biasa dapat dipengaruhi oleh medan magnet di lingkungan sekitar, sementara aplikasi penunjuk arah kiblat pada perangkat digital dapat menghasilkan perbedaan pembacaan bergantung pada sistem dan sensor yang digunakan.
Melalui pengukuran oleh Tim Kompas Laboratorium Falak Fakultas Syariah, Pascasarjana UIN KHAS Jember memastikan salah satu tahapan penting pembangunan musala telah dilakukan berdasarkan prosedur pengukuran yang terukur. Sebagai bukti otentik, hasil pengukuran ini akan diterbitkan melalui berita acara dan sertifikat. Hasil tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam penataan arah bangunan dan saf musala.
"Nanti juga akan ada sertifikat dan berita acara yang kami keluarkan yang bertanda tangan Dekan Fakultas Syariah", pungkas Bu Muslifah.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan sinergi antar unit di lingkungan UIN KHAS Jember dalam mengimplementasikan keilmuan untuk mendukung kebutuhan kelembagaan. Ke depan, pembangunan musala Pascasarjana diharapkan dapat menghadirkan fasilitas ibadah yang representatif, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan arah kiblat.
Penulis: Ainun Zamilah




